Saturday, March 10, 2007

Terlelap di Trotoar Menunggu Kakak Ngamen


Bocah berbadan kurus duduk bersila, badannya direbahkan di dinding bawah jembatan Cawang, Jakarta Timur. Matanya terpejam. Debu jalanan menjadi selimut penghangat tubuh. Pulaaas!

Kadang bocah itu duduk tenang sambil terus mengamati padatnya lalu lintas malam itu. Entah apa yang dipikirkan di benaknya. Dia tidak mengadahkan tangan mungilnya meminta belas kasihan setiap orang yang lewat.

Pemandangan itu kutemui kala berboncengan dengan eks doi menuju rumahku nun jauh di sana, Bekasi.
Hatiku iba melihatnya, teringat Fathan anakku yang menungguku di rumah. Tidak terasa air mataku jatuh. Cengeng hehehe!

Kucoba beranikan diri menyapanya. Malam itu, ku minta eks doi menghentikan motornya. Ku temui bocah itu yang kebetulan sedang terjaga.

Dik....siapa namanya? sapaku.

"Asep," suaranya lirih.

Sudah makan? kataku.

Kepalanya yang kecil digelengkan lemah.

Sedang apa di sini? ucapku.

"Nunggu kakak ngamen untuk beli obat emak, lagi sakit," sahutnya sambil menunjuk ke arah bocah perempuan berumur sekitar 10 tahun yang sedang bernyanyi dengan alat seadanya di samping sebuah mobil.

"Itu kakakmu," tanyaku lagi.

"Iya...disuruh nunggu di sini, takut ditabrak mobil," kata Asep.

Dik ini untuk beli makan, hati-hati ya...

"Terimakasih..," ucapnya dengan mata berbinar.

No comments: