
Guling diibaratkan sebagai badan pesawat. Bantal besar dan lebar digambarkan bak sayapnya. Itulah ide Fathan tentang pesawat buatannya.
"Bunda...Ayah cepet naik," ajak fathan.
Seperti dikomando, kami berdua langsung membonceng di belakangnya.
"Siaaap," teriak Fathan.
Tetetetetet...! Mulut kami kompak menirukan deru pesawat. Pilot Fathan pun mengantarkan kami ke Pulau Kapuk.
Pesawat yang diterbangkan Fathan akhirnya mendarat di Pulau Kapuk alias kasur. Kami pun kompak 'membantingkan' badan ke kasur.
"Sampaiii," kata Fathan sambil tertawa geli.
Siap-siap bobo malam....

No comments:
Post a Comment