Friday, September 28, 2007

Rumahku Gerobakku

Seorang pria terus berjalan sambil menarik gerobak roda empat. Nafasnya ngos-ngosan dengan peluh menghiasi wajahnya.

Tumpukan kardus dan botol bekas dikumpulkan di dalam badan gerobak. Tidak hanya membawa hasil jerih payah yang dikaisnya seharian, ternyata ada bocah perempuan mungil yang berdiri di dalam gerobak.

Bocah bertubuh kurus itu terlihat asyik memainkan boneka lusuhnya sambil memegang pinggir gerobak. Di samping bocah itu, duduk sang ibu yang sedang memberi ASI kepada adiknya.

Nah...di gerobak bercat hitam pudar itulah Pak Mamat dan keluarga kecilnya melakukan aktivitas sehari-hari mulai dari bekerja, tidur bahkan berteduh dari hujan.

"Kami bekerja mulai dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Barang-barang rongsokan ini akan kami kiloin. Yach lumayan untuk makan," kata Pak Mamat.

Pak Mamat dan keluarga merupakan secuil potret warga Jakarta pinggiran yang tegar berjuang demi sesuap nasi.