Tuesday, July 17, 2007

Ayo Sekolah....

Sama seperti orang tua lainnya, Aku dan doi super sibuk mengurusi hari pertama Fathan bersekolah.

Persiapan sudah kulakukan sejak malam. Baju, celana, tas dan sepatu kususun rapih. Biar nggak keburu-buru!

Tet jam 06.00 WIB, Fathan bangun dari tidurnya. Dia meminta sebotol susu hangat dan seiris kue bolo. Sarapan pagi sebelum ke sekolah.

Fathan selanjutnya mandi, berpakaian dan siap-siap ke sekolah. "Fathan mau sekolah Ayah," pamitnya kepada doi sebelum berangkat kerja.

"Baik-baik...ya Nak," pesan doiku.

Fathan dengan diantar aku plus pawangnya "Si Yayuk" berangkat ke sekolah. Dia tampak membawa tas ransel yang berisi makanan dan minuman. Pak Azis (ojek) pun siap mengantar dengan sepeda motornya. Bruuum....!

Setiba di sekolah, Fathan berkenalan dengan temen-temannya Bryan dan Jojo.

Nah....tiba giliran berbaris masuk kelas, Fathan rupanya tidak bisa tinggal diam. Dia memintaku mendampingi hingga masuk ke dalam kelas.

Saat duduk di kelas, mata Fathan yang berjauhan denganku tampak berkaca-kaca. Bunda...Bunda...!

Miss Elisa yang melihatnya langsung memindah tempat duduknya. "Fathan mau dekat Bunda Ya," ujarnya lembut dan dijawab anggukan kepala anak pertamaku.

Hari pertama diisi perkenalan, termasuk Fathan pun berdiri di muka kelas dan memperkenalkan diri.

"Namanya siapa," tanya Miss Gina.

"Fathan," sahutnya.

"Rumahnya di mana," kata Miss lagi.

"Bekasi," jawab Fathan.

Setelah itu, tiba giliran bermain lilin. Setelah diberi contoh Miss Elisa, Fathan mencoba membuat mobil-mobilan dan ular. Lucunya...!

Jam pulang pun tiba, tiap anak diberi hadiah gambar pesawat warna warni.

Namanya hari pertama sekolah, banyak tingkah polah anak-anak yang lucu. Ada yang menangis, ada yang terus memegang tangan sang ibu, ada juga yang ketiduran dan tidak mau duduk alias diam di kelas.

Met belajar Nak...!

Tuesday, July 10, 2007

Krucil yang Super Heboh 2

Langkah kaki kami berenam belum berhenti. Monumen Nasional (Monas) menjadi tujuan wisata kami selanjutnya.

Puas berwisata museum, kami pun meninggalkan bangunan tua itu dan bergegas menuju Monas.

2 Bajaj siap mengantar kami ke Halte Busway Kota. Selanjutnya kami menumpang busway menuju Monas.

Tetapi ternyata....jarak dari halte busway ke Monas lumayan jauh. Apalagi harus membawa Krucil dan perlengkapan 'lenongnya'. Repooot.....! Akhirnya kami memutuskan naik taksi. Bruuuum....sampai deh ke Monas.

Krucil tampak riang gembira dan berlari-larian. Mereka pun tidak sabar memainkan mobil-mobilan dan magnet yang baru dibeli di pedagang asongan.

Karena hari beranjak siang, Bunda Umi sigap mengisi perut Krucil. Satu per satu disuapi secara bergilir dengan nasi plus ayam goreng dan telor. Yummy.....!

Di Monas, kami duduk di hamparan rumput dan pohon yang rindang. "Orang tidak berhenti-henti datang ya. Berapa hektar nih luas lahannya," kata Sis M.

"Lihat tuh yang antre naik ke atas Monas. Nggak tahan deh antrenya. Padahal kalau naik kayak kita liat Jakarta dari gedung BNI 46 saja," ujar Sis S.

Fathan, Sarah, dan Syifa ceria berlari-larian, memainkan mobil-mobilan dan menggambar.
Baju mereka pun tampak kotor karena jatuh dan berguling-guling di rumput. Lucuuunya polah mereka...!

Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, kami harus meninggalkan Monas. "Kita ke McD Sarinah ya, Sarah mau traktir (hari itu Ultah Sarah)," ajak Sis M.

Kami berenam menumpang taksi menuju Sarinah. Krucil tampak antusias menjajal prosotan di sana. Ayam goreng, spaghetti, aneka minuman dipesan.

"Fathan makan sendiri," kata putraku yang baru pertama kali menjajal spaghetti ini. Sesekali Fathan tampak tersenyum bercanda dengan Syifa. Kedua bocah ini lahap menyantap spaghetti plus suwiran ayam goreng.

Namun ....lihat deh Sarah! Dia tampak serius menyantap spaghetti. Garpunya berusaha dililitkan ke mie bersaus tomat itu.

"Nggak bisa ....nggak bisa Bun," rengek Sarah kala garpunya lepas dari lilitan.

"Nggak usah buru-buru Dik, yang lain saja masih banyak dan lagi makan," bujuk Bunda Umi. Semua makanan dilahap habis. Maklum lapaaar banget.

Santapan di perut belum turun, Tante Irna datang membawa es krim dan kentang. Krucil sangat senang gembira. Kami berlomba makan es krim cup.
Sambil mengawasi Krucil bermain, kami bertiga ngerumpi kentang goreng.
Kenyang...!

Tet.....waktu semakin sore. Kami berenam pun kembali ke rumah masing-masing.

Pertemuan kali ini memang berkesan buat Fathan. Putra pertamaku bertambah teman. Bahkan dia ngambek beras dan menangis saat berpisah. Mbak Syifa & Mbak Sarah mana, Fathan nggak mau pulang," rengeknya.

Bocah....bocah....!

Monday, July 9, 2007

Krucil yang Super Heboh 1

Hari Minggu 8 Juni 2007, hari yang istimewa. Setelah plesir ke Bogor, kali ini kita sepakat tamasya dengan mengajak anak-anak alias kru cilik (Krucil). Cihuuuy.....!

Pukul 09.00 tet, kami janjian kumpul di Halte Busway Komdak. Tetapi bisa ditebak kan? Kecuali Sis S, aku dan Sis M datang telat 30 menit. Ngaret...!

Halooo Sarah...selamat ulangtahun....! Sapa kami sambil menyerahkan bungkusan kado kepada putri kedua temanku.

Sarah dan Syifa yang kompakan memakai kaos hijau ulet keket itu pun tampak malu-malu.

Fathan, putraku tidak kalah heboh. Dia senang bukan kepalang dan berteriak histeris.

"Kenapa Fathan...An?" tanya temanku.

"Girang...," sahutku.

"Gue kira marah," kata temanku keheranan.

Kami berlima langsung bergegas menaiki anak tangga Halte Busway. Kaki-kaki mungil Krucil dengan gesit menaiki tangga. "Goyang juga...," cetus temanku. Maklum Krucil itu montok-montok!

"Hallooo......," kami menyapa Sis S yang duduk menyendiri di sudut halte.
Satu per satu Krucil menyalami Tante Irna dan saling sapa.

Busway yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, dan kami berenam bergegas masuk. Tetapi yachhh....nggak kebagian kursi.

Krucil pun digiring ke belakang supir. Mereka berdiri sambil berpegangan di besi busway. Celotehan mereka pun terdengar. "Liat ada balon....," kata Sarah kepada Fathan sambil menunjukkan jarinya.

Dua bangku pun kosong. Sarah dan Fathan langsung mengisinya. Mereka duduk berdua. Mbak Syifa tetap berdiri. Namun nggak bertahan lama, dua bocah ini ikutan berdiri bersama Syifa. Lumayan.... duduk!

Selang beberapa menit, Krucil pun dapat tempat duduk lagi. Namun Syifa ngambek nggak mau duduk. Sarah sesekali tampak mencoret-coret kertas dengan penanya. Fathan nggak mau ketinggalan. "Mana gambarnya," tanya Sarah.

"Kok nggak ada gambarnya, sini Sarah gambar ya," ujar Sarah yang genap 5 tahun ini.

Bus Transjakarta terus melaku dan akhirnya kami tiba di Halte Kota. Sampai...juga! Setelah itu kami menumpang bajaj 'Bajuri' guna menuju Museum Bahari. Terpecah jadi 2 rombongan.

Fathan rupanya ingin kumpul bareng bersama teman barunya. Sesekali dia celingukan ke belakang bajaj sambil bertanya Mbak Sarah dan Mbak Syifa.
Bajaj warna merah akhirnya sampai mengantar kami ke depan Museum yang terletak dekat pasar.

Setelah membeli tiket total seharga Rp 8.000, kami berenam masuk. Mau tau reaksi Krucil?

Aneka jenis perahu dipandangi dan dipegang. Demikian pula kemudi nahkoda pun dijajal diputar-putar bergantian.

Krucil tampak serius mengamati kerang, kura-kura, dan ikan dan cumi-cumi raksana tahun jebot yang diawetkan yang dipasang di kaca etalase.

"Ikan beracun itu apa sih Bunda," tanya Syifa.

"Ikan yang kalau terkena tubuh, kita akan keracunan," sahut temanku menjelaskan.

Langkah kaki kami menuju halaman museum. Di sana teronggok perahu nelayan. "Ini perahu beneran," tanya Sarah.

"Iyalah perahu beneran," sahut Syifa.

"Emang beneran....," celetuk Sarah sekenanya yang diiringi tawa kami.

"Wow.....ada perahu hijau, ayo naik," ajakku.

Krucil langsung menaiki perahu itu. "Ayo tangannya pura-pura ngayuh," kata Irna sambil mengarahkan pose Krucil. Jepreeeet....!

Tidak hanya di lantai I, kami naik ke lantai II. "Itu mercusuar, ini jangkar perahu," kata kami bak pemadu wisata.

Puas berkeliling museum, kami pun meninggalkan gedung tua itu. Kami menyerbu tukang minuman di pasar seberang. Hauuuuus! Teh botol, dan soft drink pun dipesan dan diseruput. Segeeer!