Sepulang kerja Senin 13 Agustus 2007, ada kejutan manis dari putraku, Fathan.
"Bunda...Bunda....Fathan sudah bisa genjot sepeda dong," kata Fathan.
"Wah hebat Mas...tunjukin dong. Bunda mau lihat nih," sahutku di teras rumah.
Fathan langsung mengambil sepeda roda empatnya. Dia pun unjuk gigi. Sepeda warna biru itu digenjotnya dan melaju. Roda sepeda berputar dan pedal terus digenjot. Badannya yang subur tampak lincah membelokkan stang sepeda.
"Tuh Fathan bisa kan Bunda," pamer Fathan.
"Hebat...anak Bunda bisa genjot sepeda," kataku.
Ayahnya pun tidak kalah girangnya. "Anak Ayah pintar ya," puji suamiku sambil mengelus kepala Fathan.
Sepeda mungil itu hadiah ulang tahun ke-2 Fathan dari budenya. Sejak punya sepeda, Fathan belum bisa menggenjot 'putar'. Dia hanya mengendarai sepeda patah-patah seperti bunyi rantainya. Tek..tek...tek...!
Karena belum bisa ngegoes, Fathan kerap ketinggalan dengan temen-teman sebayanya saat bersepeda ria. Fathan juga kerap memutar balik sepedanya terlebih dahulu sebelum sampai garis 'finish' saat bermain. Takut ketinggalan..!
Saat bermain, Fathan suka seenaknya memarkir sepedanya. Dia kadang membanting sepeda dengan posisi 'ditidurkan'. Bruuuk...!
Kebiasaan ini, membuat roda empat sepedanya patah. Nah ....roda itu baru kami ganti Minggu 12 Agustus kemarin. Anakku memilih roda warna merah.
Rupanya roda sepeda baru memacu semangat anakku untuk menggenjot. Apalagi mau pawai sepeda tanggal 17 Agustus nanti. Satu...dua...tiga.... sampai berulang kali!
Selamat Nak...!
Tuesday, August 14, 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)
