Langkah kaki kami berenam belum berhenti. Monumen Nasional (Monas) menjadi tujuan wisata kami selanjutnya.
Puas berwisata museum, kami pun meninggalkan bangunan tua itu dan bergegas menuju Monas.
2 Bajaj siap mengantar kami ke Halte Busway Kota. Selanjutnya kami menumpang busway menuju Monas.
Tetapi ternyata....jarak dari halte busway ke Monas lumayan jauh. Apalagi harus membawa Krucil dan perlengkapan 'lenongnya'. Repooot.....! Akhirnya kami memutuskan naik taksi. Bruuuum....sampai deh ke Monas.
Krucil tampak riang gembira dan berlari-larian. Mereka pun tidak sabar memainkan mobil-mobilan dan magnet yang baru dibeli di pedagang asongan.
Karena hari beranjak siang, Bunda Umi sigap mengisi perut Krucil. Satu per satu disuapi secara bergilir dengan nasi plus ayam goreng dan telor. Yummy.....!
Di Monas, kami duduk di hamparan rumput dan pohon yang rindang. "Orang tidak berhenti-henti datang ya. Berapa hektar nih luas lahannya," kata Sis M.
"Lihat tuh yang antre naik ke atas Monas. Nggak tahan deh antrenya. Padahal kalau naik kayak kita liat Jakarta dari gedung BNI 46 saja," ujar Sis S.
Fathan, Sarah, dan Syifa ceria berlari-larian, memainkan mobil-mobilan dan menggambar.
Baju mereka pun tampak kotor karena jatuh dan berguling-guling di rumput. Lucuuunya polah mereka...!
Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, kami harus meninggalkan Monas. "Kita ke McD Sarinah ya, Sarah mau traktir (hari itu Ultah Sarah)," ajak Sis M.
Kami berenam menumpang taksi menuju Sarinah. Krucil tampak antusias menjajal prosotan di sana. Ayam goreng, spaghetti, aneka minuman dipesan.
"Fathan makan sendiri," kata putraku yang baru pertama kali menjajal spaghetti ini. Sesekali Fathan tampak tersenyum bercanda dengan Syifa. Kedua bocah ini lahap menyantap spaghetti plus suwiran ayam goreng.
Namun ....lihat deh Sarah! Dia tampak serius menyantap spaghetti. Garpunya berusaha dililitkan ke mie bersaus tomat itu.
"Nggak bisa ....nggak bisa Bun," rengek Sarah kala garpunya lepas dari lilitan.
"Nggak usah buru-buru Dik, yang lain saja masih banyak dan lagi makan," bujuk Bunda Umi. Semua makanan dilahap habis. Maklum lapaaar banget.
Santapan di perut belum turun, Tante Irna datang membawa es krim dan kentang. Krucil sangat senang gembira. Kami berlomba makan es krim cup.
Sambil mengawasi Krucil bermain, kami bertiga ngerumpi kentang goreng.
Kenyang...!
Tet.....waktu semakin sore. Kami berenam pun kembali ke rumah masing-masing.
Pertemuan kali ini memang berkesan buat Fathan. Putra pertamaku bertambah teman. Bahkan dia ngambek beras dan menangis saat berpisah. Mbak Syifa & Mbak Sarah mana, Fathan nggak mau pulang," rengeknya.
Bocah....bocah....!
Tuesday, July 10, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment