Pekan Imunisasi Nasional (PIN) digalakkan Menkes Siti Fadilah Supari guna menekan lumpuh layu alias Polio. Tetesan vaksin pun diberikan pada ribuan balita. Program itu mengingatkanku pada sepenggal kisah...
Pria tua terus menelusuri jalan sambil menggendong putranya di kawasan Taman Galaxy, Bekasi. Tubuhnya yang renta bertambah bungkuk ditindih tubuh sang buah hati yang beranjak dewasa.
Puluhan kilo ditelusurinya demi sesuap nasi. Peluh pun bercucuran membasahi wajahnya. Begitulah kegiatan Pak tua mengisi hari-harinya.
Pemandangan itulah mencuri perhatianku kala hendak pulang ke rumah.
"Ayah berhenti dulu....," pintaku pada eks doi untuk memarkirkan motornya.
Ku hampiri mereka yang tengah beristirahat di trotoar. Wajah mereka tampak letih. Pak Tua sedang mengibas-ibaskan topinya yang lusuh. Sedangkan putranya yang semula ku kira perempuan tampak duduk termangu.
"Pak....," sapaku sambil mengulurkan tangan.
Anak Bapak? "Ya... dia tidak bisa berjalan, kakinya lumpuh sejak sejak kecil," jawab Pak Tua yang duduk di samping putranya.
"Terimakasih Bu....," sahut Pak tua setelah menerima sedikit rezeki.
Lumpuh layu alias polio mengubur cita-cita pria berambut gondrong itu. Namun kasih sayang ayahandanya tetap mengiringi perjalanan hidupnya.
Entah sampai kapan........
Tuesday, March 20, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

2 comments:
Memang kita merasa SEDIH dengan keadaan anak kita menderita Lumpuh Layu. Ibu Aan saya punya keponakan perempuan Lumpuh Layu usianya kini 5 tahun, Ya... Tuhan.. bisakah Engkau Anugerahkan kepada kami kesembuhan demi masa depan puteri kami.... Namanya NAJMA.... usianya 5 tahun...
seharusNya peMerinTah Lbh mBeriKan bNyak pHatianNya pd kaSus iNi........
Post a Comment