Monday, April 9, 2007

Lapaaar....!

Pagi itu badanku terasa lemas, cacing di perutku pun menari. Tralala...trilili...

Fathan dan ayahnya tampak asyik bermain musik. Gitar pun dipetik sang ayah dan Fathan menabuh drum kencang-kencang di kamar kami. Lagu yang dihitkan Ahmad Albar God Bless "Rumah Kita" pun diduet bersama.

Sedangkan aku hanya tiduran di karpet sambil memegangi perut. "Enak kali ya sarapan pakai mie trus ditambah potongan cabe. Tapi duh si Yayuk masih lama lagi jemurin pakaian," khayalku. Kruyuuuk..kruyuuuk...

Grup Band itu menyanyi di depanku. Aku hanya senyam senyum meliat polah dua orang yang kusayangi. Nah...gantian aku pindah posisi. Kamar pun kukuasai dan tiduran lagi. Tidur mungkin bisa mengusir lapar.

Selang 5 menit kemudian..."Bunda kenapa"? tanya Fathan yang didampingi ayahnya.

"Lapar Mas...," sahutku lirih tak berdaya.

"Ooo lapaaar," kata mereka kompak sambil tertawa cekikikan.

"Ayah, Bunda kelaparan," ujar Fathan sambil tertawa terpingkal-pingkal. Eks doi pun tidak kalah keras ketawanya.

"Kirain maagnya kambuh, tumben jadi pendiam," canda suamiku.

Lalu, eks doi mengajakku mencari sarapan di luar. "Mau makan soto, bubur ayam, atau lontong sayur Bun," kata dia.

Tawaran itu langsung kusambut. Aku langsung bangun dari tempat tidur dan gosok gigi ke kamar mandi. Siap!

Kami pun meluncur dengan motor kesayangan ke pasar. Soto ayam menjadi pilihan menu sarapan kami. Soto Surabaya ini pas dilidah dan kantong kami. Rasanya pun enak tak kalah dengan soto di Kemang.

Apalagi soto ini menyajikan 'tambahan' khusus. Bisa tambah ceker, sayap, atau kepala. Tinggal pilih deh! Eunaak...

"Dah kenyang kan Bunda," kata Fathan sambil tertawa melihatku memakan habis semangkuk soto, seplastik peyek, dan bakwan goreng.

No comments: