Bus kesayangan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menarik minat Fathan untuk menjajalnya.
"Kalau ke rumah Eyang, Fathan mau naik busway," pinta buah hatiku yang berusia 3 tahun 3 bulan itu.
Minggu pagi 15 April, aku dan eks doi sepakat meluluskan permintaan putra pertama kami.
Sebelum keliling naik busway, tentunya kami mengisi 'bensin' dulu dengan semangguk soto Lamongan langganan di Bumi Perkemahan Ragunan. Yummy....!
Setelah perut kenyang, kami pun menumpang mikrolet 15A jurusan TMII-Ragunan. Sampailah kami ke Halte Busway Ragunan.
Eks doi pun bergegas membeli karcis. Dua karcis seharga Rp 7.000 pun dibeli. 3 Unit Busway koridor 6 jurusan Ragunan-Kuningan tampak antre menunggu penumpang.
"Ayah...Fathan mau naik busway yang warnanya silver, nggak mau naik yang merah" kata Fathan yang tidak sabar masuk ke dalam bus ber-AC itu.
"Boleh...tetapi itu tergantung antrean berangkatnya Mas. Kalau yang silver dulu, ya kita naik. Tetapi kalau ternyata yang warna merah, jangan marah ya Mas, sama saja kok," sahutku ke arah Fathan yang tampak mengangguk.
Syukurnya, keinginan Fathan terkabul. Busway warna silver siap mengangkut kami. Fathan memilih duduk di deretan kursi kiri bagian depan, dekat sopir.
"Pagi....," sapa Pak Sopir ramah.
"Fathan mau jajal Busway Pak," kata eks doi.
"Oh iya, silakan," kata Pak Sopr yang mengenakan jas hitam dan peci itu tersenyum.
Busway pun melaju dan berhenti di tiap Halte. Fathan tampak menikmati 'tamasya' keliling dengan Busway. Sesekali dia memandangi penumpang yang masuk ke dalam bus.
"Bunda sandal kakak lepas," bisik Fathan sambil menahan tawa saat melihat sandal warna biru seorang bocah perempuan lepas saat masuk ke dalam busway.
"Iya Mas," kataku menimpali sambil tertawa.
Eks doi pun tidak lupa mengambil gambar Fathan di dalam Busway. "Biar ditunjukkan ke Eyang," kata suamiku.
Busway pun mengantarkan kami ke pemberhentian terakhir. Di Halte Halimun, kami pun turun. Kami bertiga pun berganti Busway yang ke arah Ragunan. Bolak-balik cuma Rp 7.000. Hehehehehe!
Kami pun naik ke busway warna merah. Fathan pun tampaknya menikmati.
Tetapi....ternyata di tengah perjalanan Fathan tertidur pulas. Sejuknya udara dari AC menambah pulas tidur Fathan.
2 Perempuan yang duduk di hadapannya pun tertawa. "Ngantuk ya Dik," kata mereka sambil terseyum.
Tuesday, April 17, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment