Di ujung jalan di Jembatan 6 Perumnas Bojong Menteng, belasan orang berkerumun. Ada yang duduk-duduk, ada yang berdiri dan ada yang nangkring di atas motor. Mereka mengerubungi sebuah gerobak.
Aku dan eks doi pun jadi penasaran. Jual apa sih kok rame banget ya Yah...? tanyaku pada doi.
Selepas pulang gawe pada 13 Juni 2007, kami pun mampir untuk menjejalnya.
Sepasang suami istri paruh baya tampak super sibuk. Piring-piring dijejerin di atas gerobak. Lalu di atasnya ditaruh cabe, bawang putih, garam, gula dan bumbu kacang. Tangan mereka telaten mengulek bumbu hingga halus.
Setelah itu, ketupat, tahu, bihun dan kerupuk pun diletakkan. Terakhir tinggal disiram kecap. Tereeeng...ketoprak siap disantap!
Rasanya....
Bumbu kacangnya super legit, tahu goreng dan ketupatnya lembut, demikian pula dengan mie bihunnya. Yang paling ventiiing, rasa pedasnya menggoyang lidahku untuk teruuus....teruuus menyantapnya! Mak Nyuzzz...!
Di lidahku, ketoprak inilah yang paling enak yang pernah ku makan. Beda banget dengan ketoprak yang lewat di depan rumahku. Rasa ketoprak yang eunaaak menebus kelelahanku antre panjang.
Dengan uang Rp 5.000, penasaran kami terbayar dengan sepiring ketoprak yummy ini.
Saat kami pulang dengan perut kenyang, 10 orang masih menunggu giliran. Mereka menunggu ketoprak pesanan untuk dibawa pulang.
Praaaak...Ketopraaak... preman...preman...! Upsss....
Thursday, June 14, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment