Monday, November 26, 2007

Naik Kereta Api Tut...Tut...Tut...

Minggu 25 November 2007, Fathan begitu ceria. Putraku tidak sabar ingin 'tamasya' naik kereta. Dia mandi lebih pagi dari biasanya. Hemmmmm...

"Bunda...Ayah libur? Jadi naik kereta api Thomas (kartun Thomas and Friends kesukaannya) ya," kata Fathan.

"Ya...," sahut kami kompak.

Tet jam 10.00 WIB, Fathan, aku dan doi pun melaju dengan mengendarai sepeda motor ke Stasiun Bekasi. Brummmmm...!

Setiba di stasiun, doi langsung membeli 2 tiket KA Ekspres AC jurusan Bekasi-Kota. Tiketnya Rp 10.000 per orang. Kami pun naik kereta lungsuran Jepang ini. Keretanya resik dan AC-nya berasa banget. Tempat duduknya pun empuk bak sofa.

Fathan yang duduk di tengah tidak henti-hentinya berkomentar. "Itu bangsal kereta ya Bunda? Bangsal Kikmot......," kata Fathan riang saat menyaksikan kereta yang terparkir berjejer.

Kok berhenti Ayah....? tanya Fathan.

"Ya berhenti di Stasiun Gambir dulu," sahut doi.

Fathan tampak mengamati pemandangan. Dia pun berkomentar setiap melihat pintu perlintasan kereta api. "Semua berhenti....kalau nggak, ketablak kereta," celetuknya.

Kami pun akhirnya tiba di Stasiun Kota. Nah....selanjutnya doi lalu membeli tiket untuk pulang ke Bekasi lagi. Sementara aku dan Fathan menunggu di depan kios majalah. Fathan mengawasi tiap kereta yang berhenti di stasiun.

"Itu kereta listrik ya Bunda. Kalau Thomas kereta uap," kata Fathan.

Kami lalu bergegas naik kereta api jurusan Kota-Bekasi. Namun sayangnya, kereta yang kami tumpangi ini semi ekspres via Stasiun Senen. Supaya nggak kesorean! Tarif kereta itu hanya Rp 6.000 per orang. Padahal, doi terlanjur membeli tiket kereta seharga Rp 10.000.

Nah...sambil menunggu kereta berangkat, pedagang asongan ramai menjajakan dagangannya. Ada pedagang tahu sumedang, minuman, jepitan dan mainan.

"Beli tahunya Rp 3.000 ya," kataku.

10 Tahu goreng pun kami santap habis plus cabe rawitnya. Lapar...!

Fathan tidak mau ketinggalan. Dia minta dibelikan kereta bebek warna kuning. Kweeek..kweeek..!

Hanya 30 menit kami sampai ke Stasiun Bekasi. Aku pun membeli salak pondoh seharga Rp 5.000. Lumayan!

Kami kembali ke rumah dengan motor.Tetapi, kami sejenak mengisi perut yang keroncongan dengan semangkuk Bakmi Bangka langganan kami di Jembatan 5. Nyaaam...!

Sayangnya, Fathan tidur hingga tidak memakan bakmi pesenannya. Setelah habis menyantap bakmi, aku dan doi pun pulang tetapi ternyata Fathan bangun dan meminta balik ke kedai bakmi. Fathan mau makan di sana Bunda, nggak mau dibungkus!!!!

Fathan menyantap ludes bakmi. Tidak hanya itu, kami juga sepakat membeli es podeng nan segar untuk dibawa pulang. Asyikkkk...!

No comments: